Workshop ke-4 lanjutan Workshop on Remote Sensing Data Application for Forest Monitoring, Data Uncertainty Assessment and Indonesia MRV for Land Base Sector; Bogor 10-15 Juli 2017
By bambang, 17 Jul 2017
DE - INDERAJA | LAPAN bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), University of Maryland (UMD) dan WRI Indonesia (Yayasan Institut Sumberdaya Dunia - Indonesia) baru-baru ini mengadakan workshop yang ke-4 di Bogor tepatnya pada tanggal 10-15 Juli 2017, yang merupakan kelanjutan dari tiga workshop sebelumnya. Workshop ke-1 dilaksanakan di LAPAN Jakarta pada tanggal 20-24 Februari 2017 terkait "The improvement of National Forest Monitoring System Platform based on Remote Sensing", 15 - 18 Mei 2017 di Bogor, terkait "Deforestation and Forest Degradation Data Have Been Gathered Across Indonesia", dan 22-23 Juni di Yogyakarta mengenai "3rd Workshop on Remote Sensing Data Application for Forest Monitoring, Data Uncertainity Assessment, and Indonesia MRV for Land Based Sector”.
Peserta workshop kali ini adalah dari LAPAN, KLHK, WRI, dan UMD. Pada workshop sebelumnya di Yogyakarta menghasilkan perumusan dan kesepakatan, yaitu: a) metodologi untuk assess uncertainty data deforestasi, b) metodologi Indonesia MRV dan monitoring hutan dalam kaitannya dengan pemanfaatan data deforestasi, dan c) rencana publikasi ilmiah internasional dan proposal produk penelitian lanjutan yang dikembangkan dari pemanfaatan data deforestasi hasil pelaksanaan workshop sebelumnya.     Sementara workshop ke-4 menindaklanjuti workshop ke-3 dan bertujuan  untuk melakukan pengecekan kembali dan memvalidasi hasil dari workshop 1 dan 2.
Kegiatan ini menggunakan mosaik data Landsat dari tahun 1985-2016 (walaupun kondisi yang diamati dimulai pada tahun 1990) dan mosaic data SPOT 2013-2016 dari LAPAN, data informasi penutup lahan dari KLHK, dan data dari Google Earth.
Kemampuan dan ketelitian interpreter sangat diperlukan untuk menghasilkan informasi yang akurat, sehingga pada workshop ke-4 kali ini adalah melakukan pemeriksaan kembali pada 10.000 data sampel hasil workshop sebelumnya. Pemeriksaan dilakukan dalam dua tahap, dimana pada Tahap 1dilakukan pemeriksaan dan memperbaikinya jika perlu, sesuai dengan aturan yang sudah disepakati. Tahap 2 melakukan pengecekan ulang dan memperbaikinya kembali dan juga dengan memberikan informasi tambahan berupa persetujuan terhadap hasil interpretasi, informasi tahun data hires dari google earth terbaru, informasi jika antara tahun 1990-2016 terjadi perubahan lebih dari 3 kali di area yang pada tahun 1990 berupa hutan, dan konfidensi dari pembuat keputusan. Diharapkan dengan ketelitian yang tinggi diperoleh hasil yang memiliki keakuratan yang tinggi pula.
Penutupan workshop pada hari Sabtu tanggal 15 Juli 2017 dilakukan presentasi mengenai hasil pelaksanaan workshop ke-4, dengan presenter Drs. Kustiyo, M.Si. (Pustekdata, LAPAN), Anna Tosiana, S.Si., M.Si. (Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan, KLHK), dan Diana Parker (UMD). Dalan penutupan, baik Dr. Ir. Ruanda Agung Sugardiman, M.Sc. (Direktur Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan, KLHK) maupun Dr. Arief Wijaya (Manajer Senior Iklim dan Kehutanan, WRI-Indonesia) mengharapkan kegiatan ini memberikan manfaat bagi peningkatan kemampuan SDM dalam interpretasi data penginderaan jauh dan pemahaman mengenai informasi penutup lahan. Selain itu juga kegiatan ini akan menjadi momentum berharga bagi pelaksanaan pemetaan hutan di Indonesisa dengan memanfaatkan secara optimal data-data penginderaan jauh satelit yang dimiliki LAPAN. Selain itu diharapkan kerjasama ini menghasilkan metodologi untuk assess uncertainty data deforestasi, metodologi MRV Indonesia dan monitoring hutan dalam kaitannya dengan pemanfaatan data deforestasi, serta terwujudnya publikasi ilmiah internasional dan proposal produk penelitian lanjutan lainnya.