SEMINAR NASIONAL PENGINDERAAN JAUH 2016 : LAPAN TARGETKAN PENINGKATAN PERANNYA DALAM PENYEDIAAN DAN PEMANFAATAN PENGINDERAAN JAUH UNTUK PEMBANGUNAN NASIONAL
By bambang, 02 Aug 2016
DE-INDERAJA | Deputi Bidang Penginderaan Jauh LAPAN pada hari Rabu 27 juli 2016 menyelenggarakan Seminar Nasional Penginderaan Jauh (Sinas Inderaja) 2016 di The Margo Hotel, Depok – Jawa Barat. Acara Sinas Inderaja ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional Ke-21 yang jatuh pada tanggal 10 Agustus dan Hari Keantariksaan Nasional. Sinas Inderaja Ini merupakan kegiatan ilmiah tahunan di bidang penginderaan jauh sebagai sarana bertukar ilmu pengetahuan, informasi, dan pengalaman diantara para pemangku kebijakan dan praktisi penginderaan jauh terhadap berbagai perkembangan terkini di bidang iptek dan pemanfaatan penginderaan jauh. Dia merupakan rangkaian acara yang berkesinambungan sejak tahun 2014, dan pada tahun 2016 tema yang diusung adalah “Penguatan Kemandirian Iptek Dan Pemanfaatan Penginderaan Jauh Untuk Mendukung Pengelolaan Sumberdaya Alam, Lingkungan Dan Mitigasi Bencana”.

Pada sambutan pembukaan Kepala LAPAN yang dibacakan oleh Deputi Bidang Penginderaan Jauh (Dr. Orbita Roswintiarti) disampaikan bahwa seminar nasional yang mengusung tema "Penguatan Kemandirian IPTEK dan Pemanfaatan Penginderaan Jauh untuk Mendukung Pengelolaan Sumber Daya Alam, Lingkungan dan Mitigasi Bencana" selaras dengan visi LAPAN sebagai lembaga yang mendapat amanat UU Keantariksaan sebagai penyelengara keantariksaan terkait dengan penginderaan jauh.

Pada sesi keynote speaker, Deputi Bidang Penginderaan Jauh memaparkan presentasi terkait "Peran LAPAN dalam penyediaan dan pemanfaatan penginderaan jauh untuk mendukung pembangunan nasional". Selain itu dari sisi pengguna hadir pada acara Sinas Inderaja 2016 ini, perwakilan Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat, Ir. Trisna Subarna, MM, yang menyampaikan pemanfaatan data penginderaan jauh di Provinsi Jawa Barat, dan Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian Kementerian Pertanian, Dr. Dedi Nursyamsi,  memaparkan peranan data penginderaan jauh dalam pengelolaan sumberdaya lahan pertanian. Sesi ini diakhiri dengan pemaparan Kemandirian IPTEK dan pemanfaatan penginderaan jauh sesuai amanat UU No.21/2013 oleh Peneliti Utama LAPAN, Dr. Erna Sri Adiningsih. 

Setelah itu acara dilanjutkan dengan presentasi oral paper dan poster serta kunjungan pameran. Pada acara Sinas Inderaja 2016 tercatat sebanyak 144 paper masuk dengan rincian 84 paper diterima sebagai makalah presentasi, 57 makalah poster, dan 3 paper ditolak. Subtema yang disampaikan pada presentasi sesi paralel adalah teknologi sensor penginderaan jauh, teknologi stasiun bumi penginderaan jauh, teknologi dan koreksi data penginderaan jauh, pengolahan data penginderaan jauh untuk citra satelit resolusi rendah, menengah dan tinggi, pengelolaan data, informasi, dan diseminasi penginderaan jauh, deteksi parameter geobiofisik, aplikasi penginderaan jauh untuk sumberdaya wilayah darat, serta sumberdaya wilayah laut dan pesisir, aplikasi penginderaan jauh untuk mitigasi bencana, dan aplikasi penginderaan jauh untuk sains atmosfer. Peserta yang hadir pada seminar ini diperkirakan sekitar 350 orang yang terdiri dari peneliti/perekayasa dari internal LAPAN, para undangan yang mewakili Kementerian/Lembaga, utusan dari Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota yang memiliki kerjasama dengan LAPAN, peserta dari universitas serta peserta umum lainnya.

Pada acara tersebut juga dilakukan peluncuran "Buku Keantariksaan Indonesia" yang ditulis oleh Drs. Bambang S. Tedjasukmana, Dipl. Ing (Kepala LAPAN periode sebelumnya), yang isinya menyampaikan tentang betapa penting dan strategisnya menguasai antariksa pada era kemajuan teknologi saat ini.