Bidang Kompetensi

Berita



LAPAN Paparkan Potensi Kegiatan Pemantauan dan Layanan Satelit dalam Pertemuan HLF 2018
Penulis Berita : Oroswin/Humas • Fotografer : Dok. UNOOSA • 22 Nov 2018 • Dibaca : 104 x ,

Pada bulan Juni 2018, komunitas internasional berkumpul di Vienna untuk membahas UNISPACE+50, yaitu bagian khusus dari sesi ke-61 the Committee on the Peaceful Uses of Outer Space (COPUOS). Lima puluh tahun setelah United Nations Conference on the Exploration and Peaceful Uses of Outer Space (UNISPACE) pertama (tahun 1968), UNISPACE+50 memberikan kesempatan bagi komunitas internasional untuk menetapkan kerjasama global dimasa yang akan datang di bidang keantariksaan bagi kepentingan umat manusia.

United Nations/Germany High Level Forum: The way forward after UNISPACE+50 and on Space2030 atau HLF 2018 yang diadakan di Bonn, Jerman pada tanggal 13-16 November 2018 adalah pertemuan pertama setelah UNISPACE+50 dan merupakan platform dalam menyediakan pembaruan dan rekomendasi potensi inovasi di bidang keantariksaan untuk mengatasi tantangan-tantangan baru pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Dalam forum ini juga dibahas hasil dari UNISPACE+50 serta arah menuju Space2030 yang mengusung empat pilar, yaitu Space Economy, Space Society, Space Accessibility, dan Space Diplomacy.

Deputi Bidang Penginderaan Jauh, Dr. Orbita Roswintiarti, MSc., hadir mewakili LAPAN dalam HLF 2018 ini yang diselenggarakan oleh United Nations Office for Outer Space Affairs (UNOOSA) bersama DLR (German Aerospace Center) dan Pemerintah Kota Bonn. Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 300 peserta dari 30 negara.

HLF 2018 terdiri dari dua hari presentasi teknis dan dua hari High Level Panel. Presentasi teknis dari para akhli untuk lima tematik prioritas UNISPACE+50 disampaikan dalam lima sesi, yaitu Global Partnership in Space Exploration and Innovation; Furthering Sustainable Development and Strengthening International Cooperation for Global Health and Low-emission and Resilient Societies; Legal Regime of Outer Space and Global Space Governance; Enhanced Information Exchange on Space Objects and Events and an International Framework for Space Weather; dan Capacity-Building for the 21st Century. Pada kesempatan ini, Deputi Bidang Penginderaan Jauh mempresentasikan “UN Sustainable Development Goals – Indonesian national monitoring activities and international contribution potential of weather and cloud independent radar satellite monitoring and services” yang merupakan kerjasama LAPAN dan Airbus DS.

Hasil dan rekomendasi dari presentasi teknis tersebut kemudian menjadi dasar diskusi pada dua hari pertemuan berikutnya, yang membahas empat pilar Space2030 yaitu Space Economy: Developing Space-Derived Economic Benefits; Space Society: Advancing the Societal Benefit of Space-Related Activities; Space Accessibility: Access to Space for All; dan Space Diplomacy: Building Partnerships and Strengthening International Cooperation and the Governance of Space Activities.



Foto bersama seluruh peserta United Nations/Germany High Level Forum 2018 yang diselenggarakan di Bonn, Jerman, tanggal 13-16 November 2018.

Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Satuan Kerja
Peraturan Perundangan
UU No.21 2013
Inpres No.6 2012
JDIH
Multimedia
Foto
Video
Unduh
Unduh File
Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815



© 2018 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL