Bidang Kompetensi

Berita



Seminar Deteksi Perubahan Lahan Tahunan Secara Cepat untuk Mendukung Kegiatan Pemantauan Sumberdaya Hutan; Kerjasama LAPAN, KLHK, dan WRI Indonesia
Penulis Berita : Kartika • Fotografer : Kartika • 04 May 2018 • Dibaca : 443 x ,

DE – INDERAJA | Seminar bertemakan deteksi perubahan lahan tahunan secara cepat untuk mendukung kegiatan pemantauan sumberdaya hutan dan penafsiran penutup lahan baru saja dilangsungkan di Bogor pada hari Rabu tanggal 2 Mei 2018. Seminar ini merupakan implementasi kerja sama antara Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehuanan (KLHK), dan World Resources Institute (WRI) Indonesia dengan mengundang perwakilan dari Perguruan Tinggi.
Seminar ini bertujuan menjaring metoda identifikasi perubahan tutupan lahan tahunan dengan menggunakan data penginderaan jauh. Lebih lanjut, seminar ini merupakan rangkaian kegiatan dengan target akhir adanya standar metoda identifikasi perubahan tutupan lahan dari data Landsat-8 menggunakan algoritma digital yang merupakan tuntutan dari Undang Undang No. 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan. Standar yang dibuat diharapkan  dapat diterapkan oleh KLHK untuk percepatan updating penutup lahan se-Indonesia tahunan.
Dengan dihadiri 35 peserta, seminar dibuka oleh Dr. Orbita Roswintiarti selaku Deputi Penginderaan Jauh LAPAN. Dari LAPAN hadir  Kapusfatja, Kapustekdata, Kepala Bidang Program dan Fasilitas, dan Kepala Kelompok Penelitian, KLHK diwakili oleh Kasubdit Pemantauan Sumber Daya Hutan, Kasie Pemantauan Sumber Daya Hutan Tingkat Nasional dan para peneliti terkait, sedangkan dari WRI Indonesia hadir Senior Manajer Iklim dan Hutan. Dari Perguruan Tinggi hadir wakil Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Lampung.
LAPAN dalam hal ini Pustekdata berperan menyediakan data penginderaan jauh yang bebas awan, Pusfatja bekerjasama dengan Perguruan Tinggi berperan membangun metode, KLHK berperan untuk  megimplementasikan metode yang dihasilkan tersebut untuk klasifikasi penutup lahan yang diupdate setiap tahun, sedangkan WRI Indonesia yang mempunyai MoU dengan LAPAN sejak 2017 berperan dalam mendukung peningkatan  kemampuan dan pemanfaatan data penginderaan jauh dalam platform observasi yang dikembangkan LAPAN.
Agenda seminar cukup padat dengan mempresentasikan 18 judul yang terbagi ke dalam 4 sesi yaitu sesi kebijakan, sesi penyediaan data penginderaan jauh dan data sekunder, sesi operasional pemantauan hutan, dan sesi pengembangan metode operasional. Hasil seminar adalah akan mengembangkan metode terpilih untuk mendeteksi perubahan lahan secara cepat. Dengan indikasi perubahan lahan ini maka akan menghemat waktu bagi para penafsir dalam updating penutup lahan. Langkah selanjutnya adalah mengadakan FGD dan workshop sehingga metode yang terpilih betul-betul dapat diimplementasikan oleh KLHK untuk memperbaiki penutup lahan pada dua tahun terakhir.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Satuan Kerja
Peraturan Perundangan
UU No.21 2013
Inpres No.6 2012
JDIH
Multimedia
Foto
Video
Unduh
Unduh File
Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815



© 2018 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL