Bidang Kompetensi

Berita



WORKSHOP DAN TRAINING : PENINGKATAN PROGRAM SISTEM PEMANTAUAN HUTAN NASIONAL BERBASIS DATA PENGINDERAAN JAUH
Penulis Berita : Humas • Fotografer : Tim WRI • 19 May 2017 • Dibaca : 5318 x ,

DE – INDERAJA | Bogor, 15 Mei 2017, LAPAN – WRI Indonesia bekerjasama dengan University of Maryland (UMD) mengadakan workshop ke-2 dengan tema “Workshop on the Improvement of National Forest Monitoring System based on Remote Sensing Data”, 15 – 18 Mei 2017. Tujuan dari workshop ini adalah mengetahui kondisi hutan di tahun 1990, mengidentifikasi penyebab perubahan hutan baik dari deforestasi dan degradasi berikut mengetahui penyebab dan tahun kejadian perubahan serta bertujuan untuk melengkapi hasil dari workshop pertama. Workshop ke 2 (dua) ini diikuti oleh 23 peserta yang terdiri dari 12 peserta dari LAPAN, 1 peserta dari UMD, 4 peserta dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LKHK), 3 peserta dari WRI dan 2 peserta dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

Acara Workshop dibuka oleh LAPAN Drs. Kustiyo M.Si  (LAPAN ) dan Dr. Arief Wijaya  (WRI). Materi yang disampaikan dalam workshop, meliputi presentasi mengenai estimasi hutan dan perubahannya menggunakan metoda sample-based yang disampaikan oleh Diana Parker dari UMD, dilanjutkan workshop untuk mengestimasi hutan dan perubahannya menggunakan 7176 titik sample yang dipilih secara random terstratifikasi berdasar wilayah Sumatra, Papua, Sulawesi, Jawa, Maluku dan Nusa Tenggara (untuk Kalimantan telah dilaksanakan pada workshop ke-1), serta analisis hasil dari pengolahan data sample-based tersebut. Data penginderaan jauh yang digunakan adalah mosaik tahunan data Landsat dari tahun 1985 – 2016, dimana data dua tahun terbaru, yaitu mosaik Landsat-8 merupakan data penambahan dari LAPAN serta data pendukung lain yang penting untuk mempertajam kedetilan informasi adalah menggunakan mosaic SPOT-6/7.

Hasil dari workshop ini berupa estimasi luas hutan Indonesia di tahun 1990 tingkat ketelitian 1%, luas hutan tahunan dan perubahannya dalam periode 1990 - 2016, penyebab deforestasi dan degradasi hutan dalam tahun 1990 - 2016, yang diidentifikasi dari gangguan alam seperti kebakaran, pembukaan lahan untuk industri perkebunan kelapa sawit, karet, hutan tanaman industri lain (Akasia), pertambagan, pengelolaan lahan rakyat, permukiman, pembangunan jalan, lahan terlantar (abandoned land) dan pengunaan lain. Kegiatan ini berperan dalam mendukung peningkatan akurasi program sistem pemantauan hutan nasional.



Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Satuan Kerja
Peraturan Perundangan
UU No.21 2013
Inpres No.6 2012
JDIH
Multimedia
Foto
Video
Unduh
Unduh File
Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815



© 2019 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL