Bidang Kompetensi

Berita



LAPAN IKUT SERTA PAMERAN HARI HUTAN INTERNASIONAL DI KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN
Penulis Berita : Randy Bamhar • Fotografer : Bamhar • 23 Mar 2017 • Dibaca : 10037 x ,

DE – INDERAJA | Kedeputian Bidang Penginderaan Jauh LAPAN  ikut serta  pada Pameran Hari Hutan Internasional 2017 yang diselenggarakan oleh  Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Gedung  Manggala Wanabakti  21 – 24 Maret 2017 .  Pameran Hari Hutan Internasional 2017 ini  diharapkan menjadi momentum yang menggugah kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hutan. Acara tersebut terbagi atas 7 (tujuh) rangkaian kegiatan yaitu berupa  Informasi dan Edukasi, Lomba Foto dan Video, Talkshow, Menanam Pohon, Exhibition, Lomba Bercerita Anak, Forest Day Fun Run. Pameran Hari Hutan Internasional 2017 ini dibuka langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), yang dihadiri oleh duta besar negara sahabat dan para pejabat dari KLHK serta pelajar dan mahasiswa.
Kedeputian Bidang Penginderaan Jauh LAPAN memperkenalkan aplikasi monitoring titik-titik panas (hotspots) yang dapat diakses melalui web-browser dan juga aplikasi android di smartphone. Dalam kunjungannya ke stand pameran LAPAN, Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar yang didampingi Kepala Bagian Humas LAPAN Jasyanto melihat dan mencoba aplikasi monitoring LAPAN fire hotspot untuk memperoleh informasi keberadaan titik-titik panas yang bisa menjadi potensi kebakaran hutan. Selain itu juga Kedeputian Bidang Penginderaan Jauh LAPAN turut menyumbang informasi-informasi penting terkait monitoring hutan dan perubahannya, diantaranya adalah informasi klasifikasi hutan dan bukan hutan, konversi hutan, dan reboisasi hutan yang dihasilkan dari kegiatan INCAS (Indonesia National Carbon Accounting System). Hasil penelitian berupa identifikasi lahan terbakar juga ikut dipamerkan dalam acara ini.  
KLHK dan FAO (Food and Agriculture Organization) PBB pada peringatan Hari Hutan Internasional 2017 ini menyatakan bahwa lingkungan hidup dan hutan sebagai sebuah ekosistem majemuk yang kaya kandungan biomasa, sehingga banyak sekali energi yang tersimpan di hutan. Perlu diketahui bahwa hutan tidak hanya bisa dilihat dari sumber daya energinya saja, namun bisa sebagai wahana untuk mitigasi perubahan iklim melalui penyerapan energi. Secara umum, hutan menahan energi yang diperkirakan sekitar 10 kali konsumsi energi primer dunia tiap tahunnya. Di Indonesia, dengan lebih dari 120 juta hektar wilayah hutan, terdapat energi yang melimpah yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan energi harian warga Indonesia. Tantangan terbesarnya adalah bagaimana memanfaatkannya secara berkesinambungan.
"Perlu dicatat bahwa hutan-hutan di Indonesia mengalami perubahan dari sebuah sumber energi utama menjadi wahana untuk mitigasi perubahan iklim, tidak hanya untuk negara bersangkutan saja, namun juga untuk dunia. Hutan memiliki kemampuan yang sangat besar untuk menyerap dan menyimpan energi, sehingga pengelolaan secara berkesinambungan untuk hutan sangatlah penting" kata Mark Smulders, perwakilan FAO di Indonesia.
Pengelolaan hutan secara berkesinambungan akan membantu Indonesia menyediakan sumber daya energi dari hutan yang berkesinambungan, khususnya dalam peningkatan pasokan energi terbarukan sampai dengan tahun 2030. Kolaborasi antar pemangku kepentingan sangatlah penting untuk menggapai tujuan tersebut, sehingga hutan-hutan di Indonesia tetap menjadi sumber utama energi terbarukan dunia yang bisa dimanfaatkan untuk masyarakat umum dan penyerap emisi karbon untuk mendapatkan iklim dunia yang lebih baik. (Humas)



Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Satuan Kerja
Peraturan Perundangan
UU No.21 2013
Inpres No.6 2012
JDIH
Multimedia
Foto
Video
Unduh
Unduh File
Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815



© 2021 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL