Bidang Kompetensi

Berita



Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Penyediaan dan Pemanfaatan Data Satelit Inderaja untuk Mendukung Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Lampung
Penulis Berita : Inggit • Fotografer : Inggit • 13 Oct 2016 • Dibaca : 9018 x ,

DE- INDERAJA | Bandar Lampung (10/12/16). Kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis ini merupakan bagian dari tindak lanjut MOU antara Pemerintah Provinsi Lampung dan LAPAN tentang pemanfaatan teknologi dan data penginderaan jauh untuk mendukung pembangunan daerah di Provinsi Lampung yang ditanda tangani oleh Kepala LAPAN Prof. Dr. Thomas Djamaluddin dan Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo, S.Pi, M.Si pada tanggal 7 Oktober 2015.

Kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis (bimtek) singkat ini diselenggarakan selama 2 hari, 11-12 Oktober 2016 diikuti oleh 52 peserta yang berasal dari 28 satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung dan perwakilan pemda kabupaten/kota. Kegiatan ini di buka oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan Ir. Fahrizal Darminto, M.A didampingi oleh Deputi Bidang Penginderaan Jauh-LAPAN Dr. Orbita Roswintiarti, M.Sc., Kepala Pusat Teknologi dan Data Inderaja Ir. Dedi Irawadi dan Kepala BAPPEDA Pemprov. Lampung Ir. Taufik Hidayat, MM, MEP.

Ir. Fahrizal Darminto, M.A menyampaikan sambutan dan harapan bahwa LAPAN dapat mendukung perencanaan pembangunan daerah Provinsi Lampung melalui penyediaan data satelit resolusi tinggi digunakan untuk mendukung inventarisir, distribusi/pemetaan dalam mengoptimalkan pengelolaan potensi SDA untuk mendukung program pengembangan sistem ketahan pangan dan pariwisata, serta pengembangan sektor pertambangan. Provinsi Lampung memiliki posisi yang strategis dalam pembangunan nasional dikarenakan kemampuan mensuplai produk pertanian dan perkebunan nasional, seperti padi, tebu, ubi kayu, dan kopi. Namun disisi lain Provinsi Lampung juga mengalami tantangan dalam membangun sistem ketahanan pangan dikarenakan potensi bencana kekeringan dan masalah perubahan lingkungan dimana sepertiga wilayah Lampung yang merupakan kawasan hutan pada kenyataannya, saat ini 60% kawasan hutan tersebut dalam kondisi rusak serta adanya permasalahan kelangkaan energi. Dengan demikian LAPAN diharapkan dapat membantu memberikan informasi sebaran potensi SDA, seperti potensi pertanian, pertambangan dan infomasi monitoring kawasan hutan yang rusak, mendukung pengembangan potensi pariwisata konservasi, seperti pesisir barat di Teluk Lampung, TN Way Kambas, TN Bukit Barisan Selatan. Selain itu juga untuk mensinergikan kerjasama antara Pemprov Lampung dengan Institut Teknologi Sumatra (ITERA), Universitas Lampung (UNILA), LAPAN, ITB dalam membangun observatorium teropong bintang di taman hutan rakyat Wan Abdul Rachman (Gunung Betung) yang termasuk dalam perencanaan pengembangan pariwisata konservasi.

Dr. Orbita Roswintiarti, M.Sc menyatakan bahwa merupakan komitmen LAPAN dalam kewajiban menyediakan data satelit inderaja resolusi tinggi dengan lisensi Pemerintah Indonesia sesuai dengan Inpres No. 6 th. 2012 dan UU No. 21 th. 2013.  Dengan demikian data satelit resolusi tinggi dengan resolusi spasial dibawah 4meter akan disediakan oleh LAPAN dan diberikan secara gratis kepeda kementrian/lembaga/TNI/POLRI dan pemerintah daerah. Adapun data resolusi tinggi yang dapat di akusisi dari stasiun bumi LAPAN di Parepare adalah data satelit SPOT-6/7 dengan resolusi spasial pansharpen 1,5meter, sedangkan data resolusi tinggi lainnya (resolusi spasial 0,5 meter) seperti Pleiades, WorldView-2/3, GeoEye-1 dan QuickBird disediakan LAPAN melalui pembelian data untuk mencukupi kebutuhan nasional akan data satelit resolusi tinggi tersebut. Selain itu untuk pemenuhan informasi skala regional/nasional, LAPAN juga mampu mengakusisi data satelit LANDSAT-8 dengan resolusi spasial pansharpen 15meter dan data satelit lainnya seperti Terra MODIS, Himawari, dsb. Data tersebut juga telah diolah untuk memberikan informasi yang dapat diperoleh diwebsite LAPAN seperti informasi hotspot/kebakaran hutan, zona potensi penangkapan ikan (ZPPI), lahan baku sawah beserta informasi fase pertumbuhan padi, deforestasi, mendukung aplikasi kebencanaan dll. Oleh karena itu LAPAN berharap data satelit inderaja tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah daerah, termasuk juga Provinsi Lampung dalam pengelolaan SDA-nya dan kebutuhan lainnya. Pada kesempatan yang sama Ir. Dedi Irawadi juga menambahkan bahwa LAPAN membantu pembangunan kapasitas SDM pemda untuk mampu mengolah data satelit inderaja dikarenakan data tersebut sudah tidak berbayar dan berlimpah untuk menunjang optimasi pengelolaan SDA di daerah. Hadir dalam kegiatan ini tim LAPAN adalah Dr. Ety Parwaty, Nanin Anggraini M.Si., Inggit Lolita Sari ST., Dinari Nikken Sulastri Sirin ST., dan Anis Kamilah Hayati ST.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Satuan Kerja
Peraturan Perundangan
UU No.21 2013
Inpres No.6 2012
JDIH
Multimedia
Foto
Video
Unduh
Unduh File
Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815



© 2021 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL