Bidang Kompetensi

Berita



Penandatanganan Nota Kesepahaman antara LAPAN – WRI Indonesia (Yayasan Institut Sumberdaya Dunia – Indonesia) untuk mendukung pembangunan nasional berkelanjutan melalui pemanfaatan data penginderaan jauh
Penulis Berita : Inggit L • Fotografer : Inggit L • 06 Jul 2017 • Dibaca : 885 x ,

DE-INDERAJA | Kegiatan penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) antara LAPAN dan WRI Indonesia (Yayasan Institut Sumberdaya Dunia – Indonesia) dilaksanakan di kantor WRI Indonesia, Jakarta, tanggal 05 Juli 2017. Penandatanganan MOU dilakukan oleh Deputi Bidang Penginderaan Jauh (Inderaja) DR. Orbita Roswintiarti, M.Sc. dan Direktur WRI Indonesia Dr. Tjokorda Nirarta Samadhi. Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan pemaparan singkat oleh Deputi Inderaja mengenai struktur organisasi LAPAN, landasan hukum dalam perolehan data inderaja, metode pengolahan, penyimpanan, pendistribusian data serta pemanfaatan data dan diseminasi informasi, yaitu berlandaskan pada Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2012 dan UU No. 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan. Dalam paparan tersebut disampaikan juga kegiatan utama Kedeputian Inderaja yaitu Pengembangan Bank Data Penginderaan Jauh Nasional (BDPJN) dan Pengembangan Sistem Pemantauan Bumi Nasional (SPBN). Disampaikan pula beberapa contoh data inderaja beserta informasi pemanfaatannya.
Direktur WRI Indonesia, dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan bahwa WRI sebagai lembaga riset dan kajian independen geospasial dalam kegiatannya untuk mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan tidak dapat bekerja sendiri, namun memerlukan kolaborasi dengan semua pihak, termasuk dengan LAPAN, sehingga manfaat nyata akan dirasakan generasi yang akan datang.
Dengan demikian diperlukan adanya MOU sebagai pedoman hukum kegiatan kerjasama LAPAN dan WRI Indonesia, diantaranya menyediakan informasi dan data dalam mendukung pengembangan metode. Salah satu bentuk kerjasama adalah pengembangan metode “National Forest Monitoring System Platform based on Remote Sensing Data”. Tujuan utamanya adalah mengembangkan metode pemantauan hutan dengan mengidentifikasi kondisi hutan di tahun 1990, mengetahui luasan deforestasi dan degradasi dari tahun 1990 - 2016, berikut mengidentifikasi penyebab/drivers perubahan hutan tersebut. LAPAN telah berkontribusi dalam penyediaan data terbaru meliputi mosaik Landsat tahun 2015 - 2016 dan data mosaik SPOT-6/7 tahun 2013 - 2016. Lembaga lain yang juga terlibat dalam kegiatan tersebut adalah Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, University of Maryland, serta Badan Restorasi Gambut, Institut Pertanian Bogor dan Universitas Gajah Mada.


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Satuan Kerja
Peraturan Perundangan
UU No.21 2013
Inpres No.6 2012
JDIH
Multimedia
Foto
Video
Unduh
Unduh File
Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815



© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL