Bidang Kompetensi

Berita



PEMANFAATAN DATA PENGINDERAAN JAUH UNTUK EKSTRAKSI INFORMASI MANGROVE
10 Sep 2014 • Dibaca : 5363 x ,

Penelitian mangrove di LAPAN telah berlangsung cukup lama, diawali tahun 1997 dengan lokasi Segara Anakan. Dipilihnya Segara Anakan sebagai area penelitian disebabkan banyak hal, diantaranya  kondisi mangrove yang ada terhitung lengkap,  baik dari sisi kelengkapan spesies, zonasi maupun lokasi yang relatif mudah dijangkau.  Kegiatan tahun 1997 ini menggunakan data inderaja Landsat 5 dan 7 ETM  telah berhasil memisahkan mangrove non mangrove serta menentukan zonasi mangrove.   Kegiatan penelitian  mangrove terus berjalan dengan mengambil lokasi yang berbeda, diantaranya Banyuwangi, Subang, Bekasi, Kep. Riau, Berau dan Mahakam.

LAPAN juga telah berpartispasi dalam menyelesaikan “one map mangrove” dengan kementrian / lembaga terkait, yaitu BIG, Kemenhut, KKP, KLH dan Wetland.   Pada tahun 2013 telah diselesaikan one map mangrove untuk Pulau Jawa.  Target kegiatan ini adalah seluruh wilayah Indonesia,  urutan lokasi dipilih berdasarkan skala prioritas.

Tahun 2013 – 2014 LAPAN  bekerja sama dengan Safe Project mengadakan penelitian mangrove dengan target  membangun prototipe untuk pemantauan stok karbon mangrove dengan end user Kemenhut dan KKP.

Sesuai Tupoksi LAPAN, khususnya divisi penginderaan jauh, inisiasi pengukuran spektral mangrove telah dimulai sejak tahun 2013 dengan mengambil lokasi Segara Anakan.  Telah berhasil dikumpulkan data spektral dari 3 spesies  mangrove,  yaitu Rizhofora, Bruguira dan Avicenia.  Pada tahun 2014 Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan menambah lokasi pengamatan di Banyuwangi.  Direncanakan kegiatan survey di TN Alas Purwo Banyuwangi pada akhir September 2014.








Related Posts
No Related posts

Satuan Kerja
Peraturan Perundangan
UU No.21 2013
Inpres No.6 2012
JDIH
Multimedia
Foto
Video
Unduh
Unduh File
Kontak kami :
LAPAN
Jl. Pemuda Persil No.1 Jakarta 13220 Telepon (021) 4892802 Fax. 4892815



© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL